16

Bikin website itu gampang-gampang susah! Gampang buat yang doyan melakukan desain dan menulis artikel, serta susah buat yang kepaksa ngebuat.

Jadi sebelum memulai projek atau mengetahui tahapan pembuatan website, maka harus tanya dulu ke diri sendiri, apakah pekerjaan ini akan enjoyable atau tidak.

Jika hanya sekedar ikut-ikutan atau terpaksa karena kedorong faktor zaman, mending serahkan kepada pihak ketiga berupa penyedia jasa pembuatan website biar tinggal terima beres saja.

Dengan adanya jasa tersebut, maka akan membantu kita terhindar dari kata depresi dan kesulitan hidup.

Sebaliknya, jika memang berminat untuk buat sendiri dan ada passion kamu di sana, maka tahapan berikut ini bisa membantu.

Beberapa langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan domain dan hosting. Sederhananya, domain itu nama website kita, sementara hosting itu alat yang akan membuat domain tersebut dapat diakses oleh visitor kita.
  2. Install website builder. Biar lebih gampang aja. Ada banyak jenisnya, dimulai dari wordpress, blogger, joomla, drupal, squarespace, wix, hingga berbayar premium. Lebih disarankan menggunakan wordpress bagi pemula.
  3. Kustomisasi settingan dasar. Ada di sidebar “setting”. Di sini kita dapat mengatur komentaran, tampilan homepage, permalink, dan sebagainya.
  4. Setup Tampilan WordPress. Tampilan awal dari wordpress kurang enak dilihat dan juga tidak begitu SEO friendly. Jadi desainnya tweak sedikit ya! Biar tampilannya ciamik.
  5. Cari tema wordpress. Biar lebih enak dilihat, maka disarankan untuk mencari tema wordpress yang premium saja.
  6. Buat konten. Tergantung dari tipe website yang kamu buat, maka intensitas pembuatan kontennya pastilah beragam.

Secara tujuannya, website dibagi ke dalam 3 bagian, yakni Merk, Produk, dan Informasi.

Merk biasanya berupa profil perusahaan dan tak memerlukan banyak update-an artikel. Hanya mungkin perlu maintenance tiap 6 bulan sekali.

Website produk lebih menyesuaikan kepada barang yang tengah kita jual.

Lain lagi dengan informasi yang idealnya harus di-update setiap hari. Website tipe ini jugalah yang biasanya lebih menghabiskan dana untuk penyewaan content writer jika misalnya kamu enggan menulis artikel sendiri.